Pramono menekankan dua kecamatan di Jakarta Utara menjadi fokus dampak awal dari pekerjaan di Kali Cakung Lama. “Yang paling utama adalah dua kecamatan yaitu Kelapa Gading dan Cilincing pasti akan berkurang secara signifikan,” kata Pramono saat meninjau normalisasi Kali Cakung Lama di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).
Ia menyebut proyeksi pengurangan banjir itu turut dihitung berdasarkan dialog dengan warga dan perhitungan internal Pemprov DKI. “Tadi saya berdialog dengan masyarakat, mereka menyampaikan kalau dulu banjirnya itu bisa se paha, terutama di Kelapa Gading. Dan dari hasil kalkulasi perhitungan diharapkan bisa mengurangi 20 persen dari banjir yang ada di area ini,” ujarnya.
Harapannya, air yang semula kerap tertahan di kawasan padat penduduk dapat segera terdorong ke arah muara. “Dan kalau itu bisa dilakukan maka tempat-tempat, yang terutama di Kelapa Gading dan Cilincing yang banjirnya kurang lebih sampai dengan apa dengkul, paha, dan sebagainya, mudah-mudahan segera surut karena airnya pasti akan bisa kedorong sampai dengan muara, sampai dengan laut,” kata Pramono.
Mengurangi Risiko Banjir Melalui Pembangunan Infrastruktur yang Tepat
Pembangunan infrastruktur yang memadai adalah kunci untuk mengurangi risiko banjir di Jakarta. Melalui normalisasi Kali Cakung Lama, diharapkan jalur air dapat berfungsi dengan baik dan mengalir lancar menuju laut.
Pemprov DKI Jakarta berencana untuk memperkuat keberadaan infrastruktur hulu, tengah, dan hilir. Ini penting untuk memastikan bahwa aliran air tidak terhambat oleh sedimentasi atau sampah yang dapat mengakibatkan banjir.
Proyek ini meliputi pengerukan kali dan pembuatan saluran air yang lebih luas. Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan air dan memudahkan proses aliran, terutama saat musim hujan tiba.
Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Penanggulangan Banjir
Keterlibatan masyarakat sangat vital dalam proses penanggulangan banjir. Dialog antara pemerintah dan warga setempat menjadi sarana untuk mengetahui keluhan dan kebutuhan mereka terkait masalah banjir.
Kegiatan sosialisasi juga perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Penanganan sampah di sekitar aliran kali menjadi tanggung jawab bersama agar infrastruktur yang ada tetap berjalan efektif.
Pemerintah juga menggandeng masyarakat dalam program pemeliharaan saluran air. Dengan melibatkan warga, diharapkan mereka lebih berkomitmen dalam menjaga lingkungan agar tidak ada lagi penumpukan sampah yang dapat menghambat aliran air.
Strategi Mitigasi Banjir yang Berkelanjutan
Mitigasi banjir perlu direncanakan dengan strategi jangka panjang. Selain fokus pada normalisasi kali, upaya lain harus dilakukan, seperti penghijauan dan perbaikan tata ruang kota yang lebih baik.
Pemprov DKI Jakarta juga akan memperhatikan aspek kebijakan penggunaan lahan. Dengan pengaturan yang tepat, lahan yang rawan banjir dapat diminimalisir penggunaannya untuk bangunan dan diperuntukkan bagi ruang terbuka hijau.
Strategi ini juga meliputi pembangunan sistem drainase yang efisien. Penataan drainase yang baik akan mengurangi resiko genangan air setelah hujan deras, sehingga masyarakat bisa lebih nyaman dan aman.
